PANDEMONIUM
Mengais dan
mengemis suara-suara batin
Menjulurkan segala
janji-janji akar dusta
Terjilat lagi
terjerat lagi oleh lembaran merah yg akan lenyap sekejap
Menyekap degup
yg gugup, mempermainkan idealisme dan realitas
Masa tenang berubah
menjadi masa saling mengumpulakan monster musiman
Yang akan tunduk
terbodohi akar dusta hingga semuanya lenyap tertelan kecewa
Menggila lagi
mengutuk lagi atas dusta yg berceceran di masa kini
Sarang penuntun
para kebijakan berubah menjadi sarang para monster
Yang menyebar
para pil dusta hingga ujung masa hidup
Asal diri telah
terlumuri benang merah maka intaian para idealis tak akan menggoyahkan
Semua orang sama
dan akan tunduk idealisnya dengan benang merah yg sama
Hingga semuanya
kacau balau oleh satu benang merah
Maka selama itu
sarang-sarang baru akan bermunculan dan menggemborkan akar dusta
Hingga akhir dan
tanpa akhir yg jelas semuanya berubah memuakkan

No comments: