ASUKU
Tidur
nyaman di sudut hati yang telah berantakan oleh sapata-sapata
Hingga
nyaman sang Asu lupa diri
Tak
bisa menggonggong lagi, namun batin masih lantang menggegerkan relung
Asuku!
Pecahkan pening yang menggiling ini
Hingga
hancur melebur di dalam dubur
Asuku
terasing dalam dunia yang memang memuakkan
Asu
mengeleng-geleng cengeng di simpang jurang
Melihat
jalan kosong yang nampak melolongkan sapata-sapata
Melangkah
dan melebur bersama bumi atau mundur dalam kubangan penuh anyir
Anyir
dari permainan sihir penciptaan yang semakin ompong
Asuku
semakin linglung di tepi jurang yang karang
Detik-detik
mengelitik, mengusik satu jiwa dalam dua jeram
Memantik
detik-detik untuk segera membakar diri yang tengah mengigil
Asuku,
tak bisa menjulurkan lidahnya yang semakin najis dan kelu
Asu,
dimana tuanmu yang sebenarnya?
Atau
kau adalah Asu yang tak bertuan, atau tuanmu terlalu berkemanusiaan?
No comments: