LEBIH RENDAH
Satu
dosa tergores di muka umum
Lalu
ribuan jerit melingking mengutuk pendosa tanpa kompromi dengan keadaan
Alirkan
sungai-sungai emosi hingga anyir menyeruak
Pecahkan
tubuh, pecahkan kaki, pecahkan tangan, pecahkan juga kepalanya
Kanibalisme
hukum mengendalikan jiwa-jiwa yang labil akan emosi
Atas
nama dasar kebenaran, hancur terlebih dahulu kemudian cahaya
Lantas
memotong tangan sendiri-sendiri tanpa rasa sakit
Lebih
rendah, ribuan jeritan buta adalah bukti kerendahan makhluk bernama manusia
Manusia
yang terlahir dengan hati dan otak namun tak berfungsi
Gagal
fungsi, hanya berfungsi pada sebatas lembaran-lembaran usang yang gersang
Hati
yang menolak untuk ditanami bibit empati, menjamur atas nama ego modern yang
reot
Peot
dan reot, namun tak mau mereotkan kebodohan dan kesemena-menaan yang dijunjung
Agung
dalam kubangan bodoh yang dipelihara dan terpelihara
Manusia-manusia
bodoh! Makhluk yang bahkan lebih rendah dari binatang!
Bukan?
Mungkin tak lebih dari seekor semut di ladang ranjau.
Manusia
hitam, tak bisakah putihkan hati dan otak untuk kata kemanusiaan dihati
Mengalirkan
anyir bukanlah keadilan sejati satu-satunya di dunia yg memang memuakkan ini
Mengalirkan
anyir hanya akan membuat lebih rendah martabat yang memang sudah rendah
Rendah
dalam catatan sejarah kelam, namun telah disetarakan selama puluhan tahun
Selama
puluhan tahun itu, jangan jatuhkan lagi bahkan lebih rendah lagi
Jika
tak mau catatan usang sajarah kelam terulang kembali dalam abad modern ini
No comments: