SEDIKIT PEMBERIAN
Hari
ini, masih teringat jelas warna pink yang menghiasi paras wajah senja
Dimana
kedua wajah kita memanis terpapar sinar mentari yg mulai tenggelam
Dan
menghadirkan gelap pada atmosfir pink yang semakin memanas dipanasi iblish
Dunia
menjadi semakin gelap namun semakin indah, berkah dari kehidupan
Kau
berikan sedikit pilinan pada alur nafasku, berdua mengendus kesucian
masing-masing
Kau
tambatkan janji suci di pelataran hatiku dengan mengekang setengah hidupmu
Dan
ku berikan juga setengah hidupku bersama rasa penasaran yang bergejolak di dada
Kita
berdua sadar, kita berdua nyata dalam lamunan masing-masing
Beriaskan
tawa iblish yang samar-samar memanaskan belenggu rantai kehidupan ini
Kita
berdua beradu pandang menerjang rasa penasaran atas nama cinta
Sedikit
pemberian yang kau berikan dari tunas hidupmu
Akankah
mengakar kekar dalam bilik kosong di tubuhku?
Tak
akan. Kau dan aku menggerus gelisah bersama deru nafas yang tumpang tindih
Menindih
batas kenikmatan dan rasa sakit antara kau dan aku
Aku
yang bersakit-sakit dahulu dalam mencari ujung pecahku,
Dan
kau yang terus terelus rasa lembut yang legit menuju ujung pecahku
Bersama
saling berpegangan tangan mencari pecahan-pecahan surga di tubuh masing-masing
Hingga
pecah berantakan kedua surga kita, akan terus berpegangan hingga malam
mengabadi
Dan
hingga malam-malam yang penuh nuansa pink ini terus berlanjut sepanjang hidup
Selama
itu, tolong jangan lupakan sedikit pemberian dari tunas hidupmu itu
No comments: