Header Ads

Antrean Baca
recent

MABUK LAGI


Tenggak sana tenggak sini
Muak lagi mual lagi
Menumpahkan segelas air putih pada hati yang sebenarnya kau acuhkan
Menjadi sok karena suasana malam yang dipenuhi gema-gema
Aku yang mabuk sendiri menerima kata-kata sok-mu
Aku yang mabuk sendiri menderita aib yang makin yakin
Menumpahkan lagi gelas kosong hingga pecah di hati
Serpihan dari rasa gila di jiwa semakin tajam menusuk-nusuk lekuk batin
Kata-kata sok yang memabukkan membuat ragaku mengigil geli karena tradisi dusta
Dusta yang diumbar setiap tahun dengan ke-sok-annya yang menggelikan
Mabuk kebencian lagi di tengah-tengah ranum sekuntum asa
Tradisi tenggak sana tenggak sini
Terasa menguliti sebagian dari aku-aku
Aku-aku yang tercekoki rasa mabuk yang berulang hingga pening
Hingga taburan kata-kata yang diumbar menghilang dalam satuan detik-detik
Namun tersemai dan mengakar sakit di hati
Mabuk lagi, tersemai kata-kata yang paling ku benci!

No comments:

Powered by Blogger.