MABUK LAGI
Tenggak
sana tenggak sini
Muak
lagi mual lagi
Menumpahkan
segelas air putih pada hati yang sebenarnya kau acuhkan
Menjadi
sok karena suasana malam yang dipenuhi gema-gema
Aku
yang mabuk sendiri menerima kata-kata sok-mu
Aku
yang mabuk sendiri menderita aib yang makin yakin
Menumpahkan
lagi gelas kosong hingga pecah di hati
Serpihan
dari rasa gila di jiwa semakin tajam menusuk-nusuk lekuk batin
Kata-kata
sok yang memabukkan membuat ragaku mengigil geli karena tradisi dusta
Dusta
yang diumbar setiap tahun dengan ke-sok-annya yang menggelikan
Mabuk
kebencian lagi di tengah-tengah ranum sekuntum asa
Tradisi
tenggak sana tenggak sini
Terasa
menguliti sebagian dari aku-aku
Aku-aku
yang tercekoki rasa mabuk yang berulang hingga pening
Hingga
taburan kata-kata yang diumbar menghilang dalam satuan detik-detik
Namun
tersemai dan mengakar sakit di hati
Mabuk
lagi, tersemai kata-kata yang paling ku benci!
No comments: