Terbakar puisi
Terbakar puisi
Rentetan setan berjajar menghajar
palung hati
Memerah redamkan kepulan yang
membumbung kembung
Linglung, memanggul berjuta kilo
lolongan jerit hati
Hati dibakar, menggelepar terpapar jajaran
emosi
Kata-kata menjadi lacur, bercucuran mengucurkan
kehancuran
Hati dan otak gagal mengaet laten
diksi-diksi
Hingga meremukkan apa saja yang
terlihat beda
Ledakkan semua yang terlihat berbeda
Puisi membakar, kata-katanya yang
indah penuh dusta
Memanggang hati, yang berujung pada
pecitraan moral yang gagal
Memenggal kepala siapa saja yang tak
sepaham dalam memahami diksi
Diksi-diksi puisi yang menghanyutkan
Diksi yang penuh pemerasan perasaan
Diksi yang elegan dengan sejuta
misterinya
Puisi yang membakar siapa saja yang
membacanya tanpa otak
Dan renungan hati secara dalam dan
malam
Dan mengedepankan naluri hati
Yang terbakar puisi, yang gagal
mengeduskan maksud erangan sang penyair

No comments: