Header Ads

Antrean Baca
recent

Sekantong sampah


Sekantong sampah
Tak tau apa kata pertama yg harus dituliskan
Hanya saja nada-nada parau yg menelusup lewat telingaku yg tersumpal
Memang terasa menggetarkan hati yang sudah bagus tanpa kebencian
Nada-nada parau di tengah-tengah nadaku
Aku benci keadaan yg perlahan membangkitkan kebencian hati
Tak pernah ku mengerti arti diri dan apa yg di mau hati
Sialan! Lagi-lagi aku menjadi setengah gila yg kehilangan akal
Dan menggerutu atas nama doktri-doktrin kampret yang karet
Tak bisa di lanjutkan lagi, tak bisa terus di jalani
Semua nada-nada parau yg tersumpal di telinga
Menjadi sekantong sampah yang membusuk
Menusuk rusuk-rusuk hingga kikuk dan ambruk
Ambruk dalam bayang angan yang tak pernah jengah
Ah, aku rasa benar-benar gila apa yang ada di kepalaku
Nada-nada parau bisu yg mengeringkan hati
Dan lagi-lagi, tak ada gunanya hidup tanpa mulut dan hati yg berfungsi
Seperti aku, patung yang diludahi masa-masa
Yang memiliki mulut dan hati namun tak pernah bisa berfungsi
Basi!

No comments:

Powered by Blogger.