Header Ads

Antrean Baca
recent

AWAL KREASI MENGABADI


Lembar-lembar kertas yang ditulisi puisi mungkin akan menguning saat tertelan oleh waktu, dan saat membukanya bisa memberikan kesan senyum-senyum yang mengambang. Namun dengan kegilaan tekhnologi saat ini, rasanya puisi-puisi kertas sudah banyak yang di cap pada dinding-dinding dunia maya, jadi kenapa tak kau berpuisi untuk makhluk-makhluk maya tanpa menghilangkan esensinya?
Dunia maya, dunia yang tak ubahnya galaksi bima sakti dengan bermilyaran bintang semunya yang saling berhubungan menjadikannya kita, manusia semakin tereksplor untuk mengeluarkan bermilayaran ide dan pemikiran yang ada di otak lewat bintang-bintang maya yang tersebar, yakni jejaring sosial, simbol diri kita di dunia maya, simbol kemudahan berekspresi, simbol pembobol sekat antar bangsa.
Bahkan dalam berpuisi, kini tak harus merobek dan menggauli kertas dengan tinta-tintanya, namun kita dipermudah untuk menjadi penyair maya dengan milyaran bintangnya, dan salah satunya adalah ngeblog atau ngeweb. Kedua cara tersebut adalah manifestasi dari jiwa para penyair generasi baru yang tak harus bergelut dengan lembaran kertas, namun tetap tak menghilangkan esensinya, malah hal tersebut bisa menjadikan jalan tercepat untuk meraih matahari di galaksinya dunia maya. Lantas bagaimana cara membuat website atau membuat website sendiri? Itu semudah berpuisi.
Dengan membuat blog atau web sendiri, bagi seorang yang suka berpuisi tak perlu lagi menebang pohon, lantas membuatnya menjadi lembaran kertas-kertas untuk mencecerkan ide di hati dan otak. Tinggal menuangkannya di blog atau web, tak usah pedulikan pembaca, karena mereka akan datang dengan sendirinya saat kehausan akan permainan kata dan dusta para penyair. Selain itu, sebuah blog atau web selayaknya kerangka nostalgia dari otak dan hati sang penyair puisi, dimana dan kapan isi hati dan otaknya akan terpatri oleh jejeran judul jadul yang terpajang di beranda blog, dan dengan mudah jika kita ingin mengorek-oreknya lagi dengan mudah akan kita jumpai lagi kenangan akan puisi itu.
Awal kreasi mengabadi, tulisan-tulisan di blog atau web tak ubahnya buku klasik yang terus dan akan mengabadi dengan caranya sendiri, seperti ide-ide yang selalu dan akan hadir di setiap hati dan otak yang tersengat oleh inspirasi, tuliskan dalam angan-angan, lantas pahat di ukiran waktu di ruang maya. Dan biarkan kedustaan dan ide teselubung tersebar secara lentik dan antik lewat bintang-bintang galaksi dunia maya, biarkan, biarakan saja.
Awal kreasi mengabadi, awal yang paling mudah dilakukan bagi penyair yang membutuhkan ruang dan waktu untuk membuang semua sisa-sisa otak dan mencecerkannya di galaksi maya. Dimana setiap orang yang terwakilkan oleh bintang-bintang dunia maya bisa mengendus dan mengambilnya, lantas disebarkan lagi dengan cara-cara mereka sendiri, bag suara dari hantu ke hantu. Para penyair hanya perlu terus beride untuk tetap menuliskan idenya dan isi otaknya, lantas biarkan para penikmat dusta penyair mengendusnya di rumah kita, blog atau web kita.
Awal kreasi mengabadi, ngeblog dan ngeweb adalah cara terpraktis untuk tetap eksis dalam dunia pararel, dunia nyata dan dunia maya yang secara perlahan telah menyatu dan menghubungkan manusia dari kedua belah dunia. Dengan begitu, keeksisan sebuah ide dan lantunan hati para penyair tak lagi terpahat di kertas putih lantas hilang tertiup angan dan angin lalu. Namun harus diawetkan dengan memahatnya mejadi artefak elektronik di dunia maya, hingga kelak anak cucu kita masih bisa melihat isi hati dan otak kita lewat tulisan-tulisan puitis yang terjejer di antara bintang-bintang maya semakin berkembang luas.

No comments:

Powered by Blogger.