Header Ads

Antrean Baca
recent

Akulah


Soal dusta
Aku adalah rajanya
Dan kau adalah pecundangnya
Yang meraba-raba kedustaanku
Namun terhibur
Soal dusta
Aku adalah sesempurnanya dusta itu
Yang meliak-liukkan imajiku
Dan memperkosa diksi-diksi perawan
Menjejalkannya menjadi salah satu seni berdustaku
Soal dusta
Aku adalah dalangnya
Yang mempermainkan wayang-wayang gersang
Yang tumbuh liar di hati dan otakku
Lantas menguncang batas logika yang terpancang
Soal dusta
Aku adalah akunya
Yang dengan egonya orgasme atas rasa salut
Yang kalian lontarkan dalam laten dusta
Hingga otakku lagi-lagi ku remas peras
Soal dusta
Aku adalah kau
Yang sama-sama lahir dan mati karena dusta
Yang selalu terhirup hingga mendarah daging
Hingga tak ada yang namanya hidup tanpa dusta

No comments:

Powered by Blogger.