Akulah
Soal dusta
Aku adalah rajanya
Dan kau adalah pecundangnya
Yang meraba-raba kedustaanku
Namun terhibur
Soal dusta
Aku adalah sesempurnanya dusta itu
Yang meliak-liukkan imajiku
Dan memperkosa diksi-diksi perawan
Menjejalkannya menjadi salah satu
seni berdustaku
Soal dusta
Aku adalah dalangnya
Yang mempermainkan wayang-wayang
gersang
Yang tumbuh liar di hati dan otakku
Lantas menguncang batas logika yang
terpancang
Soal dusta
Aku adalah akunya
Yang dengan egonya orgasme atas rasa
salut
Yang kalian lontarkan dalam laten
dusta
Hingga otakku lagi-lagi ku remas
peras
Soal dusta
Aku adalah kau
Yang sama-sama lahir dan mati karena
dusta
Yang selalu terhirup hingga mendarah
daging
Hingga tak ada yang namanya hidup
tanpa dusta

No comments: