Header Ads

Antrean Baca
recent

Dalam gila


Dalam gila
Nampaknya sekarang aku benar-benar sadar
Bahwa waktu yang tertelan telah menggilakan
Dan memunculkan satu helai putih di kepalaku
Rasanya tak pernah sedetik pun aku merasa gila
Yang ada bahwa aku akan selalu normal
Saat pagi ini tanpa sengaja aku bercermin
Karena sebelumnya cermin adalah hal yang paling aku hindari
Ku temukan kegilaanku yang nampaknya mulai nyata
Menyayat-nyayat mayat waktuku
Yang ku tinggalkan saja bersama kubangan kebodohan ego
Apa sekarang aku ini benar-benar gila?
Apa selama ini aku memang sudah gila namun tidak sadar?
Dalam gila, aku terus menulis kegilaan yang benar-benar gila
Yang tak penuh dengan gelak, namun mampu menenggak seluruh keruh
Yang mungkin selama ini menyumbat di pikiran hati
Dan tertuang dalam puluhan diksiku yang parau
Untuk seorang yang gila, nampaknya aku terlihat waras
Memeras-meras imaji hingga ke ujung ubun-ubunku yg mulai retak
Mengeretakkan kegilaanku akan semua hal yang telah ku cabuli
Ah, aku kembali bermandikan kata-kata kotor yang selama ini ku rindukan
Kata-kata yang membuatku terjerat pekat yang kotor, namun memikat
Hingga aku tak sadar bahwa sebenarnya aku sudah sangat lama gila

No comments:

Powered by Blogger.