Ada tangis di pagi yang masih pagi
Ada tangis di pagi yang masih pagi
Dimana tubuh-tubuh masih terselimut
lelap
Namun suara rengek tangis memecah
kehangatan selimut pagi
Dan menumbuhkan benih kebencian yang
mulai nyaman bersarang
Dan tubuh yang masih terselimut
hangat pagi menangis
Mengalirkan segenap rasa bodoh yang
tersumpal ego
Ada tangis di pagi yang masih pagi
Dimana kebencian ini semakin tumbuh
tersiram air mata pagi
Ah, tubuh ini benar-benar pembenci
sejati
Yang meronta-ronta akan jeratan
egoistik yang malah menggelitik
Membuat jiwa-jiwa semakin terasa
asing
Dan membuat jiwa sendiri menjadi
asing dan menggila
Ada tangis di pagi yang masih pagi
Pagi-pagi harusnya disinari oleh
sinar kehangatan
Bukan tangis yang merungkuk dalam
tekuk kuasa ego
Dan lagi, tangis di pagi hari membuat
pagi menjadi basi
Dan hari yang akan berlangsung
menjadi beringsut kisut
Tergulung rasa benci yang semakin
mengakar-akar
Hingga tumbuh menjadi kebencian yang
membunuh diri
No comments: