Header Ads

Antrean Baca
recent

Di mata angan-angan


Di mata angan-angan
Tentang debar yang ada
Sesekali ada untuk menguliti jati diri yang sesungguhnya
Bahwa memang seluruh tubuh yang terpapar mata adalah satu santapan
Yang nikmat lagi memuaskan hasrat
Yang tersaji, terlebih bila masih segar, pasti akan mengliurkan degupan
Yang akan membawa liar angan-angan dalam ruang sempit
Hingga pecah di ujung, terlumuri decak puas akan nikmat yang buntung
Tentang debar yang bercecer setelahnya
Tak pernah ragu menelan rasa nikmat yang berujung pada satu titik
Titik yang tak pernah terpuaskan dan menjemukan
Debar yang selalu terindukan, kapanpun waktu berlangsung
Hidangkan selalu santapan yang segar di mata angan-angan
Dalam ruang sempit yang tereksekusi labirin imaji
Ah, aku rasa nikmat ini adalah salah satu endorfin yang sialan!
Tapi, rasa yang original pastinya akan lebih nikmat
Namun belum sekarang, belum saatnya menikmati hidangan utama di ruang sempit lagi menggigit imaji ini


No comments:

Powered by Blogger.