Header Ads

Antrean Baca
recent

Pada ujung mata


Pada ujung mata
Terdapat satu bayangan
Yang menggusarkan pusaran benci
Yang selama ini terasa menusuk rusuk
Membusuk, hingga belenggu marasuk masuk
Pada ujung mata
Ada lagi yang menari-nari
Menyinari masa lalu yang kelu
Namun serasa melayangkan sangka
Yang menyangkal semua kenyataan yang merasuk kini
Pada ujung mata
Mungkin itulah satu-satunya
Yang tak akan pernah dan bisa terganti
Meski terbanting genting
Guratan waktu yang terpahat mengekal pada ujung mata
Pada ujung mata
Tak ada lagi yang bisa ditulis kini
Hanyalah detik-detik yang gemericik
Meracik percikan kebencian itu
Menjadi nadi yang berlagak bag gagak
Pada ujung mata
Pada ujung rasa
Pada ujung hening
Dan pada ujung hati

No comments:

Powered by Blogger.