Rantai belenggu
Rantai belenggu
Yang membelit erat erangan pertama
manusia
Yang pertama kali menangiskan dusta
Dengan tangan terkepal, tak
menunjukkan maksud yang sebenarnya
Dan tawa-tawa bahagia yang saling
berkelakar
Mencakar-cakar lingkar waktu yang
masih semu
Hingga tangis menjadi hal yang menabu
Dusta-dusta terlanjur tersebar,
menyambar garis lengkung di wajah
Tak pedulikan bentuk tangan, sinis
mata sudah terpicing runcing
Mencincang ego yang ada,
menjadikannya satu entuk lagi ego
Ego yang berketurunan, dan menginjak
tunas yang akan tumbuh
Tunah yang tubuh, mengaduh dalam
kelam hati
Hati yang mulai mati, pekat terlumat
ego para waktu
Menjadikannya gerutu paling batu
Rantai belenggu, jejak-jejak waktu
para pemutar roda ego
Yang harus dan selalu melumat egonya
yang tak pernah terinjak
Menajadikan superior garis gen atas
alur waktu yang akan terbentuk
No comments: