Header Ads

Antrean Baca
recent

SEPEREMPAT EMPAT ADALAH SATU


Tergigit gigil dalam linu yang mencengkram pilu
Sesaji-sesaji berdenyut menggelayuti paras-paras yang menguras sepah diri
Kejang, jalang-jalang mengumandangkan sajak-sajak pengundang anyir diri
Dan jika larut adalah rasa yang paling nikmat maka pudar dan melebur adalah sajak nikmat
Tak ada arti kata-kata hati ku ubah jadi butiran kata-kata yang tertulis amis
Yang ku tulis dan yang ku rasa sepah menambah gusar apa yang tak pasti
Sial! Tak bisa lagi mengartikan apa kata hati yang semakin rancu berselimut racun
Tak ada makna yang terkandung, hanya tulisan hati yang kalang-kabut dalam kabut nyata
Tak bisa lagi merangkaikan rasa yang lepuh dalam aduh
Apa yang ku tulis? Tak ada artinya
Apa yang artikan? Tak ada makna yang terlahir dari rahim-rahim pikiranku

Lupakan saja, ini hanya rangkaian kata hati yang tercabuli waktu-waktu

No comments:

Powered by Blogger.