GERHANA
Sedikit
bicara mengenai gerhana yang tengah mempertunjukkan keindahannya yang
menggelapkan dunia ini. Nada-nada yang mengalir di ujung bumi tak lagi
memeuncratkan rasa takut dan panik, namun rasa kagum dan narsisme yang
menyambutnya setiap puluhan tahun itu. Orang-orang tua yang tua mengkikik
meratapi keluguan masa mudanya, dan orang tua yang tak tua tak kalah berseru
selayak anak-anaknya.
Gerhana
matahari di hari sunyi. Kesunyian rutin tertutup oleh sorak-sorak yang mengarak
kegelapan bumi. Kesunyian terlupakan, namun mungkin saja itu keuntungan hingga
kesunyian ini benar-benar sunyi tanpa ada ekspos, hingga para penikmat sunyi
bisa benar-benar merasa sunyi bersama gelap yang sesaat.
Menikmati
sunyi bersama gelap dunia adalah hal yang sangat langka dan akan menjadi
kenangan tersendiri bagi penikmat sunyi. Tak akan lagi dan akan terjadi dalam
kurun waktu dekat. Hingga generasi berikutnya, kesunyian bersama gelap dunia
ini akan menjadi cerita klasik yang asik. Dimana mata yang berbuih oleh
kekaguman akan melontarkan kata-kata yang akan mengalirkan rasa penasaran
kepada para penerusnya. Hingga terus terlahirlah para penasaran yang menantikan
dan berharap bisa menikmati sajian alam dari Sang Hyang Widi.
Mungkin
saja aku salah dalam menjabarkan fenomena alam yang langka ini, namun apa yang
bisa ku rajutkan untuk peristiwa alam yang satu ini? mungkin hanya inilah
puja-puji yang bisa ku mantrakan untuk mengabadikannya ke dalam limbah server
dunia maya. Meski akan menumpuk dan terjejal oleh puja-puja yang lainnya, namun
setidaknya hal ini kelak bisa menjadi referensi untuk generasiku yang masih
tabu.
No comments: