MANUSIAWI
Wajar
saja jika setiap sisi yang ada di kepala manusia akan selalu tak sama. Jika
menurutku adalah benar jika benci adalah unsur emosi yang paling rumit dan
mematikan dan diperlukan oleh seorang manusia. Bisa jadi menurutmu kebencian
harusnya ditiadakan untuk membuat kehidupan manusia semakin indah nan tentram
dan membosankan. Adalah manusiawi jika saling tolak-menolak bag kutub magnet
melekat pada hati manusiawi.
Batasan
pengetahuan setiap manusia mempengaruhi pola permainan logika akan esensi.
Sebut saja jika hal-hal negatif itu sebenarnya tidak ada dan memang tiada,
namun bagi orang-orang yang pola permainan logikanya berbeda akan mengatakan
bahwa hal-hal negatif itu ada dan sangat merugikan. Semuanya kembali ke pola
permainan logika masing masing dalam menanggapi hal-hal yang tak serasi itu.
Jika kita hanya menggunakan satu pola permainan logika, maka kita akan
mengesankan diri kita ini manusia yang berputar-putar, tak bisa jika keluar
dari liingkaran yang sudah berputar sekian waktu. Dan jika kita menggunakan
lebih dari satu pola permainan, maka kita akan terhuyung kedalam lautan luas
dan bersiaplah tenggelam ke dalam caci maki.
Sangat
manusiawi jika perbedaan pola bermain akan menimbulkan kebencian dan
menghadirkan ego-ego yang kolot. Otot akan melindas pola permainan manusia yang
tak sama dengan dirinya, karena memang manusia adalah pembenci sejati dari
pola-pola yang asing bagi dirinya. Meski pola permainan itu serupa, jika ada
saja satu kelainan atau cacat pastinya akan dilindas.
Manusia
adalah makhluk pembenci perbendaan sejati, manusia adalah makhluk ego paling
egois. Dan hal itulah yang membuat manusia bermanusiawi untuk sesamanya. Karena
dengan hal tersebut manusia akan tetap bisa mempertahankan eksistensinya di
dunia yang keji ini. Manusia adalah pemimpin dunia yang dipenuhi pola-pola yang
rumit, yang akan membuat pola-pola lain yang terus berkembang dan berputar
tanpa henti.
Adalah
manusiawi jika manusia saling menghilangkan pola-pola yang tak seirama. Namun
pola-pola baru akan selalu bermunculan guna mempertahankan pola-pola yang sering
melindas dan menebas. Sangat manusiawi dan hal yang lumrah perbedaan yang ada
akan membuat pola-pola baru yang semakin jauh dari pola-pola yang membuat
manusia lain menebarkan rasa-rasa sakitnya.
No comments: