MALAM SUNYI
Berjalan
sepi mengiris pelupuk mata yang rindu akan canda tawa lalu
Desir-desir
mimpi mulai memanggil utnuk segera berlabuh pada satu titik jenuh
Jengah
ah, lelah meramu mimpi yang tak kunjung berunjung
Malam
sepi dan sunyi nyanyikan tepisan rasa hitam
Sekejap
terperanjat, sisa-sisa yang tersisa terasa basa
Dan
dentingan alur hidup bergema getarkan kebencian di dada
Tak
bisa tidur, tak bisa lagi meniduri iblis merah yang malam
Malam
sunyi sediakan seduhan angan-angan yang mendekap erat nafas
Tulisan
malamku tak bisa lagi ku cerna dalam kebisingan hati yang membenci
Kata-kataku
terpasung malam yang berbatas pada seutas kegilaan
Kegilaan
yang pahit namun terus ku tenggak dengan sedikit rasa cabul
Rasa-rasa
yang menghidupkan kehidupan kelak
Malam
sunyi selalu datang bersama redup kebencian hati
Selalu
datang dan selalu sama, bersama tepuk tangan iblis merenung dalam selimut basa
Malam-malam
sunyi selalu sama dan menyedihkan untuk kebencian ini
No comments: