GERHANA MATAHARI
Menyimak
bayang-bayang bulan yang terbiasa bersinar
Dari
jauh puja-puji akan kegepalan bergelimpangan di seantero bumi
Mengitung
denting tertutupnya sang bulan
Mata
tertutup sinar hitam yang mempesona
Cincin
melingkar di angkasa, semburatkan kekacauan cahaya nan api
Riuh
gemuruh mengepak telak kehadiranmu
Mitos-mitos
yang bangun dari kuburnya menjadi hiburan kegepalanmu
Kedatangan
adalah sejarah, dan kepergianmu adalah kekaguman yang bergumam
Riuh
gemuruh mengepak telak kepergianmu
Kegelapan
yang mempesona, kegelapan yang dinanti-nanti
Gerhana
matahari
Puluhan
tahun siklus yang tertanggal di ujung penantian
Demi
lima menit kegelapan yang kau bawa
Kegelapanmu
mempesona, kegelapanmu mencerahkan angan-angan yang berdebu
Hadir
dan hadirlah lagi menghiasi keindahan semesta raya yang luas di ujung bumi
Rasa
kagum dan puja-puji terlepas untukmu dari ujung bumiku
Gerhana
matahari
Sembilan
Maret 2016 adalah hari yang akan tertandai oleh tapak sinarmu
Dan
menjadikan kegelapan sebagai hadiah yang sesekali perlu dikagumi
Puisi
penyambut gerhana matahari, puisi penuh pemujaan akan kehadiranmu
Puisi
penyambut gerhana matari, ritual bagi orang-orang yang hidup dalam kegelapan
Puisi
penyambut gerhana, satu ejekan bagi diri sendiri
No comments: