IBLISKU
Membuai
dalam remang mimpi yang nyata
Menyatu
dalam nikmat yang laknat, lekat menikmati pijat-pijat berlendir
Merah
yang membungkus raga isyarat semangatkan noda-noda hitam
Menyatu
dalam kelam mimpi yang terang
Disampingku
kau ku remas hingga lemas, hingga hilang jiwaku dalam alur malam
Semakin
ku remas, semakin kelam remang-remang yang kau tawarkan
Dan
patung-patung nafsu adalah mimpiku, dan kau hadirkan dirimu dalam nyata nan
remang
Tawaku
ku sumpal, mengenyirkan kepuasan batin yang kau tawarkan lebih dari sekali
Remas
aku hingga kelam dan hilang, maka akan ku remas kau hingga desah meremah
Bukan
desahmu, tapi desahku yang beringas menjilati lekuk-lekuk mimpi remang
Hingga
pagi yang ku benci menjelang,
Selimuti
aku dengan bibir merahmu yang berlendir anyir
Dan
aroma-aroma busuk yang membuat kangen
Hingga
pagi merangkak di ujung mataku, tinggalkan aku serpihan rasamu
Hingga
bisa ku kenang dalam-dalam dalam jiwa
Dan
datanglah setiap malam di ranjangku, tempat semua pemikiranku tercurah parah
Datanglah
setiap malam, setiap aku membuka mata batin dan menutup mata
Dan
datanglah setiap kali aku menginginkannya, berseteru dalam carut malam
Namun
jangan kau lingkari aku dengan tangan kotormu yang menjijikan
Biarkan,
biarkan kehidupanku normal seperti dedaunan yang akan membusuk
Namun
kau yang akan tetap menjadi pijakan disaat mataku melolong tinggi
Disaat
malam, dalam belaian lelap, bawa aku menuju kesenangan yang palsu dan asu

No comments: