Header Ads

Antrean Baca
recent

UNTUK KELAK


Jika rangkaian kata ini telah terbaca, itu berarti aku sudah tak berarti. Hanya lewat rangkaian kata-kata kotor ini segala keluh tercecer untuk kelak. Saat-saat kahyalan tak lagi bisa menyetubuhi langit-langit, dan tubuh renta ini tak bisa lagi menghayalkan apapun. Mungkin saat di ranjang pesakitan nan sakit, hanya rangkaian kata-kata kotor ini yang semoga bisa menjadi sejarah dalam jagad yang tak seberapa ini. Karena jagadku lebih dari sekadar Bima sakti dan Andromeda, jagadku adalah rangkain kata-kata kotor yang bersarang di jagad neutron otakku.
Kelak, jika kau telah membaca kata-kata ini, mungkin saja itu berarti ini adalah harta karun yang berupa lembaran-lembaran maya yang mengapung dalam bayang jagadku. Saat kau membacanya, tertawalah atas kebodohan dan kenorakan kata-kata labilku. Silahkan hujat juga kata-kataku yang mungkin tak pantas, namun sungguh itu adalah gayaku, gaya yang tak berdaya.
Untuk kelak, mungkin saja kau bertanya-tanya, untuk apa juga kau membuat kata-kata untuk Kelak yang bahkan masih sangat jauh dari kehidupanmu.
Memang saat aku menulis kata-kata kotor ini usiaku masih sangat muda, tapi pertanyaan itu juga membuatku sedikit meruncingkan ujung bibirku. Entah apa yang ada dipikiranku saat ini, tiba-tiba saja ingin menulis sesuatu untuk sesuatu. Dan saat berpikir terlintas untuk membuat sesuatu untuk sesuatu dari masa depan, dan membuat sebuah fosil kata-kata ini. ini memang aneh dan menggelitik, tapi tak apalah.
Bahkah namamu saja aku tak tahu, dan aku memilih Kelak sebagai nama gantinmu untuk tulisan ini. Hanya ingin kau tahu saja bahwa aku, yang mungkin saat ini menjadi ayah atau bahkan kakekmu, hanya ingin bisa memberikan fosil yang mungkin juga tak akan berguna di masamu yang mungkin akan lebih canggih dari pada peradapan saat ini.
Untuk kelak, kalau saja dimasamu kelak sudah sangat maju dan bisa mengirim kata-kata kotor yang serupa dengan ku, tulislah juga sesuatu untuk bisa ku baca di neraka. Itu juga kalau aku berada di neraka, entah di sana ada malaikat pengirim pesan atau tidak ya?.
Untuk kelak, mungkin aku cukup lancang karena malah menulis ini untuk mu duluan ketimbang untuk calon ibumu atau mungkin nenekmu. Karena memang saat menulis ini aku sendiri masih jomblo, mungkin lain kali akan ku buat tulisan untuknya.
Untuk kelak, tak peduli kau itu laki-laki, perempuan, bencong, banci, waria, gay atau lesbi sekalipun aku sendiri tak peduli. Yang pasti jadilah dirimu sendiri dan tak membuat orang lain di sekitarmu merasa terganggu dan tak mengganggu mu.

Untuk kelak.... 

No comments:

Powered by Blogger.