KIRI
Dalam
satu tubuh terdapat dua sisi yang sama namun saling berlainan. Dalam diri juga
sama, apa yang nampak tak selalu sama dengan apa yang tak nampak. Keduanya ada
untuk saling melengkapi satu sama lain, kecuali untuk orang-orang khusus, tak
masalah dua sisi tersebut ada tidak, yang terpenting bisa memutar tuas
kehidupan dengan normal.
Kesampingkan
dulu adab, yang ada kedua sisi ini harusnya saling mendukung bukan saling
mengunggulkan atau melemahkan diantaranya. Kanan dan kiri, adalah kesempurnaan
sejati yang jarang tersyukuri karena suratan-suratan hingga membuat kiri
terbelenggu dalam kubangan cela. Harusnya tak masalah entah kanan atau kiri
yang menjadi kiblat tubuh, karena keduanya merupakan hadiah terbaik yang telah
diberikan.
Tak
harus kanan yang mulia di sisi manusia, kiripun harusnya mendapatkan perlakuan
yang sama, tak menyudutkan salah satu pihak. Jika memang kiri adalah kendala,
maka harusnya boleh-boleh saja kirimu diambil atau dicuri, dan digantikan
dengan kanan. Tentunya, kau akan menjadi sesuatu yang lebih terkucil ketimbang
kiri itu sendiri.
Kiri
bukanlah hal yang harus dibuang atau diasingkan, semua yang ada di dunia ini
pasti memiliki kanan dan kirinya masing-masing untuk saling melengkapi. Kanan
dan kiri, kombinasi terbaik yang ada untuk saling memahami dan mengerti satu
sama lain, yakni mensyukuri.
No comments: