Yang Lebih Buruk dari Kebencian
Merebah, menyisihkan sesembahan yang
mulai berubah
Dan jengah yang selalu melingkari
punggung
Berdiri kemanapun bersama hati yang
penuh dengan kebencian
Hingga senyum selalu saja membuat
geli
Ketika tak tau apa lagi yang harus
dibenci
Kerena rotasi kebencian yang ada
mulai membosankan
Diriku tenggelam lagi dalam kubangan
kelam ego-egoku
Dan ku temukan satu lagi ego yang
jauh lebih busuk
Jauh lebih mematikan dan jauh lebih
berbahaya
Adalah dendam!
Kebencian hanya ku rasakan sebagai
rambu penyelamat
Yang akan menjaga diri dari hal-hal
yang membuat muak
Namun masih bisa terkekang, namun
terkadang bisa terlihat lucu
Sendangkan dendam, akan selalu tumbuh
dan mengganas
Dan jika tidak terpenuhi,
akar-akarnya akan terus tumbuh
Hingga diri menjadi tanah berbelatung,
dengan dendam yang menggantung
Siap untuk mengutuk apa-apa sumber dendam
Yang lebih buruk dari kebencian?
Dendamkan?

No comments: