Ketika Ritual Suci Tak Lagi Menyucikan
Ada gema-gema yang berbisik
Ada gema-gema yang berisik
Lima langkah ku tempuh dalam gelap
menuju terang
Namun aku masih tenggelam dalam pekat
yang semakin lekat
Empat langkah ku tempuh dalam gelap
menuju terang
Namun aku masih mengapung dalam
gulita yang meronta
Tiga langkah ku tempuh dalam gelap
menuju terang
Namun aku masih merasa terserang
remang-remang yang panjang
Dua langkah ku tempuh dalam gelap
menuju terang
Aku semakin hitam dalam sekam yang ku
bakar sendiri
Satu langkah ku tempuh dalam gelap
menuju terang
Aku terkikis noda pekat namun masih
bisa tersenyum, geli
Langkah ku hentikan dalam gelap
menuju terang
Aku terang-terangan memeluk hitam
yang malah membuatku tersenyum
Aku menjadi pekat sendiri, namun terterangi
sinar baru yang nanar
Aku melangkah dalam remang, dua
langkah ku tempuh menuju terang
Lalu Satu langkah tetap ku jaga dalam
remang-remang
Hingga aku hanyut dalam hitam yang
entah akan membawaku kemana lagi
Aku masih meremang, meregangkan
segenap langkah kakiku

No comments: