Tidurku
Pagiku
redup ditelan kesucian embun pagi
tiada
benderang mengoyak getir kekejian
yang
merengsek dibenaku
alampun
masih dibuai kenikmatan alur mimpi
yang
merekah menebarkan aroma kebencianku
sendiriku
terjaga mencari kesucian embun
untuk
menghilangkan bau kencing Iblis
jiwaku
tlah dilumuri lendir Iblis yg menjijikan pikiran
hati
diludahi Iblis yg membuat hati ini busuk
bersama
laku hidupku yg keji
embun
suci bisakah mensucikan hati
jika
tidak, mungkin air mata
yang
bersumber dari retakan jiwa bisa menghapusnya
No comments: