Puisi ke 200
Puisiku yang ke 200
Entah untuk siapa selama ini aku
terus menuliskan percikan hati
Ah, mungkin saja untuk kelak yang
masih tertidur
Agar ia tahu sedikit tentang diriku
Yang tak pernah bisa terbagi
Agar ia tahu sedikit tentang hatiku
Yang sudah tak lagi putih
Agar ia tahu sedikit tentang egoku
Yang sudah tak lagi waras
Agar ia tahu sedikit tentang jalanku
Yang sudah tak lagi lurus
Agar ia tahu sedikit tentang hidup
Yang dipenuhi banyak kebencian
Puisiku yang ke 200
Mungkin saja ini akan menjadi warisan
mati yang hidup bila dicerna
Hingga patahan hati tetap mengabadi
bersama ingatan-ingatannya
Tentang diriku yang selalu berpeluh
kesal dengan berpuisi
Bukan untuk menunjukkan melankonisnya
diriku
Tapi memanfaatkan segala bentuk rasa
negatif menjadi hal yang lebih baik
No comments: