Header Ads

Antrean Baca
recent

Ada Kibar


Ada kibar-kibar kelakar yang mengakar
Hingga bising mengurung emosi dalam diri yang beku
Terpaku jarum waktu yang runcing menusuk rusuk-rusuk
Hingga busuk terus lumurilah dengan aroma anyir
Secangkir anyir yang berbaur dalam udara pekat nan lekat
Tak lagi nikmat dalam setiap kali menyeruput waktu pagi
Yang diiringi lagu jerit sang mayat yang terkoyak gerah bidah
Hidangkan rasa getir untuk para bocah yang tercacah
Hilangkan rasa pahit yang menyumbat telinga
Hingga bertebaran bunga darah yang mereka merah
Megah menengadah pada mega-mega yang tersenyum geli
Geli menggelitik titik nadi para pecandu orgasme angan
Angan yang akan nyata dengan membumbungkan nyawa bersama
Dalam balutan kilatan jingga yang maha gerah nan berisik
Tanpa mau tahu, tanpa mau berunding dengan perasaan yang ada
Kerena perasaan yang ada telah tercuci suci dan sok suci, basi!
Tingkahmu menyiratkan pengecut yang kalut akan ilusi surga
Surga dengan lubang-lubang keabadian sang penghulu nafsu
Jalan budakmu merusak keserasian hidup yang damai lagi aman

No comments:

Powered by Blogger.