Ada Kibar
Ada kibar-kibar kelakar yang mengakar
Hingga bising mengurung emosi dalam
diri yang beku
Terpaku jarum waktu yang runcing
menusuk rusuk-rusuk
Hingga busuk terus lumurilah dengan
aroma anyir
Secangkir anyir yang berbaur dalam
udara pekat nan lekat
Tak lagi nikmat dalam setiap kali
menyeruput waktu pagi
Yang diiringi lagu jerit sang mayat
yang terkoyak gerah bidah
Hidangkan rasa getir untuk para bocah
yang tercacah
Hilangkan rasa pahit yang menyumbat
telinga
Hingga bertebaran bunga darah yang
mereka merah
Megah menengadah pada mega-mega yang
tersenyum geli
Geli menggelitik titik nadi para
pecandu orgasme angan
Angan yang akan nyata dengan
membumbungkan nyawa bersama
Dalam balutan kilatan jingga yang
maha gerah nan berisik
Tanpa mau tahu, tanpa mau berunding dengan
perasaan yang ada
Kerena perasaan yang ada telah
tercuci suci dan sok suci, basi!
Tingkahmu menyiratkan pengecut yang
kalut akan ilusi surga
Surga dengan lubang-lubang keabadian
sang penghulu nafsu
Jalan budakmu merusak keserasian
hidup yang damai lagi aman
No comments: