Header Ads

Antrean Baca
recent

SIAPA TUANMU?


Budak, setiap kita adalah budak. Hal tersebut terlintas di benakku begitu saja ketika tersadar oleh guraan-guraan orang di sekitarku. Pertanyaan yang sama, situasi yang sama dan akhir yang sama selalu saja melekat pada diri manusia. Setiap manusia sejatinya adalah budak yang tak akan pernah bisa bebas dan lepas dari apapun yang ia anggap tuan.
Seorang pekerja akan menjadi budak oleh majikannya, suka atau tidak, tetap manusia akan selalu bergelar budak. Meskipun menolak dengan dalih bekerja dan diupah dengan layak, toh ia tetap menjadi budak, diperbudak sesuatu yang bernama uang dan kehidupan. Dan seorang majikanpun sejatinya adalah budak dari kekuasaan yang ia agungkan.
Seorang seniman yang dengan beragam pemikiran dan kreatifitasnya juga diperbudaka oleh imajinya. Meski berdalih itu adalah sebuah penyaluran hasrat dan ilham yang tak bisa dibendung, maka sejatinya ia telah diperbudak oleh rasanya. Dan tentu, para kolektor yang seolah menjadi tuan atas karya-karya yang spektakuler sejatinya hanyalah budak dari ego dan gengsinya.
Seorang penulis akan selalu menjadi budak dari tulisan-tulisannya, apa lagi jika tulisannya bisa membuat sesuatu berubah dan menjadi tren, maka budak adalah gelar yang pantas disandangkan di punggungya, tak peduli ia penulis fiksi atau nonfiksi. Dan para pembacanya juga menjadi budak dari hobi yang ia geluti. Menjadi budak dari tulisan-tulisan sang penyair kata hingga larut.

Ini memang kenyataan, rantai perbudakan manusia tak akan pernah lekang dan putus oleh apapun. Meski orang-orang berdalih menolaknya dan mengagungkan eufisme, tetap saja manusia adalah budak dari nafsu yang selalu ada pada setiap diri manusia. Jadi, siapa tuanmu?

No comments:

Powered by Blogger.