LUMBUNG DOSA
Pernahkah
terlintas dipikiranmu bahwa apa yang kau puja dan puji selama ini sebenarnya
adalah hal yang membuat kematianmu
semakin menyedihkan. Hal-hal kecil yang kau lakukan tak terhitung dan kelak
terhitung secara presisi oleh pujaanmu. Hal-hal kecil yang kau abaikan atau
mungkin tak kau ketahui telah menjerat, mengontrol tingkah lakumu dan kau
sendiri yang akan merugi.
Ini
menjeratmu, itu menjeratmu, hidupmu penuh dengan siksaan kecil yang tabung dan
tak kau sadari. Mungkin itu hal yang wajar bagimu, namun kewajaranmu adalah
sumber kemurkaaan pujaamu. Entah apa yang ada di kepalamu, apakah kau sengaja
untuk tak tau atau menolak hal itu. Namun bukankah hal itu justru akan membuat
semakin dibenci oleh sang pujaanmu? Jika kau memang memujanya, kenapa tak
seluruh jiwa dan tubuhmu kau serahkan saja hingga lepas, hingga kelak kau akan
mendapat kepuasan batin yang maha melelehkan.
Hal
kecil saja, hanya hal kecil. Jika saja kau hidup untuk 60 tahun masa sadar,
berarti selama itu hidupmu adalah sebuah dosa. Meski ada hal besar kebaikan
yang kau lakukan, kerena hal kecil yang tak kau sadari dan menahun, tentunya
akan mengikis dan mengutil nilai-nilai kebaikan yang telah susah payah dan
sadar kau lakukan. Karena hal kecil-kecil yang masih lumrah namun sangat
mengganggu pujaanmu, kau tetap akan dicampakan oleh pujaanmu. Sungguh
merepotkan menjadi dirimu dan menuja pujaan yang serba salah.
Memang
tak salah dengan dengan memilih pujaan sebagai dasar untuk keteguhan psikis,
namun jika kau telaah lagi, apakah kau benar-benar menuja pujaanmu? Apa itu
bukan tradisi lama, apa itu bukan perjodohan yang telah dilakukan oleh orang
tuamu semenjak kau dilahirkan. Dari kau kecil hingga dewasa kau telah dididik
menjadi sebuah lumbung dosa oleh bapak ibumu, jika kau berontak dan mencoba
memilih pujaanmu sendiri, tentunya kau harus siap-siap dicela dan cerca oleh
sekelilingmu, karena di sekililingmu pun juga memuja pujaan yang sama.
Jika
kau melupakan pujaan hasil perjodohan itu, harusnya pujaanmu itu tak punya hak
dan kuasa untuk tetap menggerayangimu, karena antara kau dan pujaanmu telah
putus, namun kau pun tahu jika itu pastinya akan membuat pujaanmu semakin marah
dan melemparkanmu kedalam hinaan terdalam bersama kutukannya. Apa arti hidupmu
jika kau adalah lumbung dosa yang kelak kau akan diacuhkan oleh pujaanmu selama
ini. Hidupmu adalah lumbung dosa yang dipenuhi tikus-tikus.
No comments: