SEMESTA BIRU
Coba
pandangi malam ini dengan segenap mimpi-mimpi
Jika
kau temukan rasi yang tak kau ketahui maka aku adalah semu
Dalam
luasnya semesta yang hitam itu ada satu hal yang paling terpuja
Dialah
angan-angan semu yang terbang bebas melintasi ruang paling luas di alam pikir
Semesta
biru, perwujudan imajinasi yang melayang-layang menggauli etika norma
Tak
peduli seberapa erat, imaji akan tetap berhamburan
Tak
peduli seberapa lama, imaji akan tetap ada
Langit
adalah cermin bumi yang melenggokkan makna dari setiap orang
Sementara
aku dan kau adalah kotoran kecil yang mewarnai pelik
Kita
bagai bintang yang berkelit mencari secerca hinaan yang menguatkan
Saling
melirik, mengulik keterasingan diri dalam-dalam
Tak
mengapa kita menjadi idiot untuk sementara detik
Asalkan
berdua kita bisa saling memandang rasanya semesta kita akan menyatu
Di
dalam desah kepuasan batin dalam lingkup para bintang
Bersama,
berdua legalkan norma-norma penyekik batin
Dalam
semesta ini kita menyatu dalam kebodohan angan-angan yang agung
Menelurkan
bintang-bintang yang menghiasi pelik semesta ini
Meracuninya
hingga tewas dalam kesenangan batin
Tewas
menggenggam semesta biru kita

No comments: