SELA-SELA
Saat
itu hanya hening yang terbersit di alam mimpiku. Hanya hitam dan waktu yang
berjalan di mimpi berjalan seperti sewajarnya, tak ada yang menarik. Namun saat
gema-gema tengah malam bergejolak, sesosok wajah usang secepat kilat menyambar anganku,
wajah itu lagi.
Wajah
yang sudah lama terlupakan dengan santainya menghampiri bilik mimpi bersama
senyum manis yang memuak hati. Sudah lama terlupa, sudah lama terinjak oleh
waktu-waktuku. Di sela-sela terbangun dari mimpi, gaung wajah itu masih berpendar
dalam gelap, menyiksa sisa-sisa mimpi di ujung pagi.
Apa
sebenarnya yang terjadi, pertanda apa sebenarnya, apa diriku yang lalu masih
belum bisa melepas jerat yang sempat mengekang hati busukku. Kata-kata di
pikiran menyeruak dan tersimbol dalam huruf-huruf tak jelas. Apa yang
sebenarnya ingin ku rajut menjadi kusut dalam kebodohan diri. Tertawa, semua
itu sesuatu yang sudah tak penting lagi. Lanjutkan tidur bermain lagi bersama
tali jiwa yang siap putus kapanpun.
No comments: