Header Ads

Antrean Baca
recent

SELA-SELA


Saat itu hanya hening yang terbersit di alam mimpiku. Hanya hitam dan waktu yang berjalan di mimpi berjalan seperti sewajarnya, tak ada yang menarik. Namun saat gema-gema tengah malam bergejolak, sesosok wajah usang secepat kilat menyambar anganku, wajah itu lagi.
Wajah yang sudah lama terlupakan dengan santainya menghampiri bilik mimpi bersama senyum manis yang memuak hati. Sudah lama terlupa, sudah lama terinjak oleh waktu-waktuku. Di sela-sela terbangun dari mimpi, gaung wajah itu masih berpendar dalam gelap, menyiksa sisa-sisa mimpi di ujung pagi.

Apa sebenarnya yang terjadi, pertanda apa sebenarnya, apa diriku yang lalu masih belum bisa melepas jerat yang sempat mengekang hati busukku. Kata-kata di pikiran menyeruak dan tersimbol dalam huruf-huruf tak jelas. Apa yang sebenarnya ingin ku rajut menjadi kusut dalam kebodohan diri. Tertawa, semua itu sesuatu yang sudah tak penting lagi. Lanjutkan tidur bermain lagi bersama tali jiwa yang siap putus kapanpun.

No comments:

Powered by Blogger.