NOSTALGIA
Rasanya
seperti menenggak semua kenangan yang telah lama ku bekukan. Saat langkah kaki
ini kembali menapaki masa-masa lalu di dalam selembar waktu. Suasana yang parau
dengan bisik-bisik usil angin, semuanya terasa tersuguhkan nikmat. Tawa dan
perasaan yang terpendam kala itu kembali merekah indah, senyum-senyum sendiri
bag orang gila pun menjadi gelitik tersendiri dikala sadar.
Jejak
berhenti, dan mata tertuju pada satu lembar foto kusam dengan riasan debu. Bag
magnet, langkah kaki langsung terseret menuju ke arahnya. Foto seperti ini akan
lebih tampak bagus jika tanpa riasan, jari jemari ini langsung mengusap halus
debu yang melekat. Senyum itu, mata itu, wajah itu masih terlihat indah meski
kusam menutupinya. Angan dan kenangan melayang-layang di atas kepala, menjilati
tiap rasa yang ditinggalkan oleh kenangan-kenangan indah masa itu.
Ku
terduduk, memangku lembaran-lembaran foto yang menyuguhkan hidangan bernama
kenangan nikmat. Nafas terhelai panjang, pikiran memproses air mata yang tertumpah
lewat jalur mata, mata berkaca-kaca memantulkan rasa kangen dengan nuansa nan
suasana kala itu. Nafas terhelai lagi, mencoba menghisap aura seluruh ruangan
untuk sekali lagi bersiap meninggalkan semua kenangan yang ada di dalam ruangan
ini. Semuanya harus dan memang harus ditinggalkan untuk bisa dikenang lain
waktu saat langkah-langkah ini berkesempatan mampir, menikmati suguhan
nostalgia yang hanya bisa dinikmati sekali seumur hidup ini.
THE END
No comments: