Header Ads

Antrean Baca
recent

Sebuah Kesalahan


Aku dibunuh
Dibunuh oleh mulut orang terdekatku
Orang terdekatku yang terasa asing
Terasa asing meski telah hidup bersama selama bertahun-tahun
Bertahun-tahun tumbuh dengan cincangan dari mulutnya
Dari mulutnya yang selalu keluar kata-kata yang menggerus
Menggerus jiwaku yang masih tumbuh dan berkembang
Berkembang dari anak polos menjadi pembenci
Pembenci yang membenci selaganya karena mulutnya
Mulutnya yang tak pernah bisa menyaring kata-kata yang keluar
Keluar dari jalur yang seharusnya ditempuh oleh setiap orang
Orang-orang yang selalu aku dambakan kehadirannya
Kehadirannya hanya menjadi sosok asing, tak lebih
Tak lebih dari sekedar orang-orangan yang malah membunuh
Membunuh jiwaku hingga aku menjadi seorang pembenci
Pembenci apapun itu, semuanya hanyalah omong kosong
Omong kosong yang selama ini ada menjadi doktrin
Doktrin yang selalu mengikat jiwaku, hingga masa depanku terasa buram
Buram karena aku telah lama mati
Mati ditusuk oleh kata-kata dari orang-orang terdekatku

No comments:

Powered by Blogger.