Header Ads

Antrean Baca
recent

Persimpangan Pagi


Dan pagi terbangun dengan nada-nada yang memuakkan
Dengan jiwa yang masih tak utuh
Dicabik-cabik cibiran nada kekecewaan
Sedang diri hanya bisa tertahan di ruang batas mimpi dan kenyataan
Mengutuk dan menggerutu diri yang ditinggalkan hatinya
Terbangun dengan dada yang langsung terpanggang
Menopang nada-nada cibir yang anyir
Hidup sebagai seorang yang tak sempurna
Hanya melahirkan kehancuran diri yang lain
Tanpa ada pengertian yang kian hari kian hilang, menjadi tak acuh
Acuh yang lalu berlalu menjadi kericuhan di kepala
Menebarkan bibit kegilaan yang setiap pagi tersirami cibiran
Hingga waktunya lepas, selama itu diri adalah biang kegelisahan
Menunggu antara kewarasan dan ledakan kegilaan yang sinting
Entah sampai kapan diri betah tertahan di antara persimpangan itu
Antara terus berwaras-warasan
Atau menjadi gila lagi sinting

No comments:

Powered by Blogger.