Header Ads

Antrean Baca
recent

Kibar Kabar dari Alam Imaji


Bocah-bocah itu menelanjangi kakinya
Dan menginjak-injak aspal yang panas
Lantas berteriak-teriak
Menyisakan riak-riak yang menggangu sebagian
Di ujung bumi ibunya yang tak sempat ia lihat wajahnya
Raga dan jiwanya dijadikan tambalan
Untuk tetap bisa menjunjung indah selendang rok ibunya
Dan dengan tatapan yang tajam mengiris langit
Dalam pikirannya ia sibuk memulung kata-kata yang menjadi sampah
Kata-kata sampah yang dulu adalah berupa sumpah
Yang sering ia dengar di radio-radio bekas dengan rombeng suaranya
Dan bocah-bocah itupun tetap mengibarkan ujung matanya
Di atas bumi ibunya yang masih saja busuk
Namun tetap saja, kibar selendang rok ibunya mampu memainkan sihir
Yang terus dan akan terus membuat bocah-bocah itu bermandikan angan
Angan-angan semu yang semuanya hanyalah khayal
Tanpa pernah akan bisa mewujudkannya

No comments:

Powered by Blogger.