Header Ads

Antrean Baca
recent

Logika?


Satu aib terbuka dan terumbar
Menyunggingkan satu tawa picik dan licik
Dan kecap kebencian pada penyandang aib
Meski tahu masa depannya akan dibelenggu
Tapi, apa benar akan sama dengan rasa kebencian ini?
Satu aib yang telah terbuka dan terumbar
Tak akan pernah bisa menghilangkan bau busuknya
Yang sudah terlanjur melumuri tubuh dan jiwa
Meski bau busuknya  tak pernah hilang
Tapi, kenapa bisa bertengger lagi pada dahan yang sama?
Logikaku mati!
Saat mencoba menguraikan benang kusut otak-otak para petengger
Yang selalu saja geger, melatenkan niat-niat busuk yang terkutuk
Hingga hanya bisa tertawa geli tergelitik intrik para petengger
Yang selalu menjadi barang taruhan antara yang baik dan yang tidak
Dimana yang baik bisa berulah menjadi tidak
Dan yang tidak bisa berulah menjadi iya
Mengatas-namakan nama-nama demi nama-nama yang kosong
Logikaku mati lagi! Atau logikaku yang tak selogika dengan mereka

No comments:

Powered by Blogger.