Logika?
Satu aib terbuka dan terumbar
Menyunggingkan satu tawa picik dan
licik
Dan kecap kebencian pada penyandang
aib
Meski tahu masa depannya akan
dibelenggu
Tapi, apa benar akan sama dengan rasa
kebencian ini?
Satu aib yang telah terbuka dan
terumbar
Tak akan pernah bisa menghilangkan
bau busuknya
Yang sudah terlanjur melumuri tubuh
dan jiwa
Meski bau busuknya tak pernah hilang
Tapi, kenapa bisa bertengger lagi
pada dahan yang sama?
Logikaku mati!
Saat mencoba menguraikan benang kusut
otak-otak para petengger
Yang selalu saja geger, melatenkan
niat-niat busuk yang terkutuk
Hingga hanya bisa tertawa geli
tergelitik intrik para petengger
Yang selalu menjadi barang taruhan
antara yang baik dan yang tidak
Dimana yang baik bisa berulah menjadi
tidak
Dan yang tidak bisa berulah menjadi
iya
Mengatas-namakan nama-nama demi
nama-nama yang kosong
Logikaku mati lagi! Atau logikaku
yang tak selogika dengan mereka

No comments: