Header Ads

Antrean Baca
recent

Underlust


Aku menjadi mata ketiga
Melihat, mencoba merasakan hangat nafsu yang terumbar rumbai
Mengamati setiap lekuk desah palsu yang menggairahkan, ah!
Aku menyaksikan proses terbentuknya aku dari manusia yang menggumpal
Menyumpalkan masing-masing hasratnya dalam-dalam
Meskipun itu penuh kepalsuan berbalur erangan nikmat
Meski aku menjadi mata ketiga
Hembusan nafsunya yang terumbai-umbai membasahi diriku
Hingga aku terseret dalam permainan gila namun indah itu
Dan menjadi manusia yang benar-benar telanjang!
Dan merekah dalam kubangan angan penuh kepalsuan
Aku menjadi mata ketiga, dan mencoba tenggelam dalam permainannya
Aku menjadi lubang nafsu, aku menjadi yang ditusuk-tusuk!
Aku menjadi penikmat kepalsuan nafsu itu, aku menerima kepalsuan itu!
Dan menjadi yang tersiksa oleh kepalsuan nafsu itu
Namun aku tak bisa aku tak sunggup untuk menyelam lebih dalam lagi
Dan hanya mengambang di permukaan saja
Dan hanya menjadi mata ketiga yang selalu mengamati dan melihat
Dalam permainan nafsu yang penuh kepalsuan

No comments:

Powered by Blogger.