Header Ads

Antrean Baca
recent

Bapak Untuk Diriku Sendiri


Aku bukan anak yang tumbuh dengan kasih yang terpisah
Semuanya ada dan terpenuhi dengan cukup saat aku masih telanjang
Dan dengan sesuka hatinya mengibas-ibaskan kelaminku saat kencing
Hanya saja saat aku sedang merangkat dan berusaha untuk berjalan
Mulut-mulut yang ada tak pernah sekalipun terbuka dan bersuara
Bukannya bisu atau lidah yang ada terpotong oleh sesuatu
Aku sendiri sebenarnya juga tidak tahu
Dan aku pun berjalan dengan mulut terbungkam
Sekali lagi, aku bukan anak yang tumbuh dengan kasih yang terpisah
Tapi aku, hatiku, dan otakku
Entah sudah berapa lama terpisah oleh mulut-mulut yang tak pernah bersuara
Meski bisa saja terbuka dan bersuara, tapi rentang tahunan seperti mematikan
Antara mulutku dan mulutnya yang mulai menyebarkan bibit kebencian
Di hati, tak ada lagi kata-kata baik yang bisa terlontarkan oleh mulut
Semua terasa menyebalkan lagi memuakkan!
Dalam perjalan hidup, apa yang ada tak pernah menjadi apa yang ku harapkan
Yang ada malah kebencian yang semakin kuat dan rekat
Dan aku, menjadi bapak untuk diriku sendiri
Yang selama ini selalu ditemani, hanyalah kekosongan sosok

No comments:

Powered by Blogger.