Header Ads

Antrean Baca
recent

RATAPAN


Hujan di balik jendela, kacanya berembun
Ku tatap butir-butrinya yang berkilauan mengigil
Hingga menggigit ingatanku yang cukup lampau
Di dalam bilik yang penuh hasrat aku memaku dua sisi
Sisiku yang dulu tak pernah menginginkannya hingga berontak
Kini aku sadar sisi itu entah hilang kemana
Dan di sisi ini, meski menyakitkan namun perlahan aku menikmatinya
Meski dengan hasrat-hasrat yang menyayat intim tubuhku
Aku tetap menggerang sakit! Lantas terkubur desah-desah
Ah! Aku mulai menikmati setiap hasrat yang tertumpah
Dan semakin melupakan dan membodohkan sisiku yang dulu ada
Meskipun memang aku tak pernah mengharapkannya
Siapa juga yang mau menginginkan kegilaan hasrat ini
Tentu saja mereka yang menginginkannya
Dan aku hanya bisa bertahan pada sisi ini agar tetap bisa hidup
Lantas mati dengan segenap hasrat yang menggumpal
Ah! Beri aku laknat yang paling nikmat

No comments:

Powered by Blogger.