AKU SUDAH MATI KALA ITU
Aku sudah mati kala itu
Saat diriku ditunjuk oleh
polosnya kata-kata
Dari mulut yang ku kenal
dengan baik
Kata-katanya menusuk tepat ke
dadaku
Tanpa ku sadari hingga menusuk
ke dalam otakku juga
Untuk beberapa saat aku tak
mengapa, aku tak sakit sama sekali
Beberapa saat kemudian jiwaku
mulai meleleh
Saat otak mulai bekerja
mencerna makna kata tersebut
Kata-kata itu bag racun yang
dengan senangnya membunuh jiwaku
Dari dalam jiwaku runtuh
bersama gemericik detik, titik!
Aku masih hidup kala itu
Hingga kini aku masih hidup,
namun mati di kala itu
Aku menjadi bangkai yang
leluasa hidup
Dengan terus menghirup aroma
racun kata itu
Hingga aku benar-benar mati
kala ini

No comments: