RUANG LAKNAT
Ada
sedikit kenikmatan, sesaat
Yang
melekat pada debar jantung
Saat
sesaat tertusuk
Meski
mengaduh lantas ambruk
Dan
mengerang sepanjang sedetik
Ada
yang lengket melekat
Menyekat
batas sadar dan halusinasi
Kepada
para keparat
Tawa-tawa
yang melolong
Memotong
vital hidup
Dan
sisa dari kenikmatan itu
Adalah
dopamin dalam kelam
Saat
sendiri dalam kelam
Dengan
sayatan anyir darah yang ah
Ruang
sempit terasa berputar
Berpusar
pada jiwa yang inginkan hanyut
Dalam
ruang laknat yang pekat
No comments: