Re:
Aku dihancurkan lagi, patah lagi
Malam mencengkram tubuh hingga insomnia
Jutaan pikiran terkikir dalam detak
waktu yg menggerutui
Aku kembali terjerat jerat-jerat hati
yang linglung
Dan terpasung di dalamnya
Kembali
Aku kembali mengumpulkan serpihan
Tuhan yang sempat ku buang
Dalam comberan waktu yang tak tentu
lagi
Patahan-patahan ku susun ulang,
mengulang semua dari nol
Yang telah lama ku tinggalkan kini
mulai merangkak naik
Meski masih sadar tak akan ku kubang
apa adanya diri
Dan mensarikan titik beku hati otakku
Dan hilangkan semua nilai-nilai
kesemuaan egoku
Untuk melangkah dalam cahaya dengan
hitamnya hati yang masih tersisa.
No comments: