Ku Puisikan Kebencian
Ku Puisikan Kebencian
Ada kalanya memang saat hati tengah
terpanggang
Paling nikmat adalah melepaskan
asu-asu yang terkekang
Dari dalam mulut lantas menyeruak
Menyerbakkan emosi yang tak
terbendung
Bersama asu-asu simbol kekesalan
Dan selesai
Namun akan berujung pada luka astral
di hati
Yang tak siapapun tahu
Ada kalanya memang saat hati tengah
terperangah jengah
Paling asik adalah menguliti sumber
kegeraman hingga anyit
Lantas terkekeh bag orang sinting
yang kehilangan otaknya
Hinga puas hingga tak hingga
bingarnya
Ada kalanya saat hati tengah lelah
dan payah
Memainkan kata-kata hati dan
memboyongnya dalam secarik kertas
Dan lembaran demi lembar puisi asu
yang terlahir
Akan terlihat lebih hebat dari pada
emosi yang menyeruak
Ah, aku berpuisi asu!
No comments: