Header Ads

Antrean Baca
recent

AKAR HARAPAN


Ada masanya ketika hati ini benar-benar nanar
Diterpa gelombang awang-awang yang menerawangkan satu tawa
Dan mulailah, terlahir lagi sesosok manusia
Yang suci namun berlumur lumpur pekat
Yang suci namun bermandikan comberan
Awal jejak dan jejak-jejak yang telah tercetak
Menggeletakkan semua rasa baik di dinding hati
Pandangan baru, hati yang baru tanpa mengenal rasa ini itu
Dan masih menjalarkan diri dalam hati yang berongga-rongga
Dan pada masanya, masanya telah berkabung
Menggabungkan semua rangsangan masa nanar
Dan kembali ke hati yang semula mual
Kenapa aku kembali memungut ludah yang telah ku sepah?
Karena hatiku telah terbelit akar otakku
Yang memaksa diri untuk kembali, dengan melepas sisa-sisa
Dan itu tak terlalu buruk
Karena sejatinya aku adalah harapan

No comments:

Powered by Blogger.