JELANGKUNG
Jika jiwa-jiwa mati terbangun dari
mimpi abadinya
Dan mendektekan rasa kesal yang
tersumpal kepal
Bergerak liar dalam rahim egoisme
yang dibalut orgames semu
Berontak tanpa otak, menyenggol
sekililing
Dan tangan-tangan yang memegang
tegang
Ternganga mendapati jejak-jejak masa
lalu masih baru
Dan jiwa-jiwa yang tersumbah oleh
arus sejarah gerah
Mengibahkan sisa otaknya untuk
diinjak-injak, retak!
Bergeletakkan tak karuan, menjejalkan
apa saja
Tanpa pikun akan ampunan, terus
mainkan nada-nada pemanggil
Hingga sang boneka benar-benar hancur
terkoyak
Lantas melepaskan lagi rapalan untuk
meredam getaran
Hingga gerakan liar dan berontak tapa
otak tergelatak
Mati bersama retak detak seiring
berjalannya waktu
Lantas membuangnya dalam comberan
waktu
Dan menjadi sejarah gerah yang payah
Letakkan bonekanya, letakkan saja
atau buang saja
Biarkan saja membusuk bersama angin
lalu yang mondar-mandir
Atau akan lebih asik jika dibakar
lantas celupkan dalam kubangan para penista
No comments: