Salah pilih cita-cita
Kenapa aku tak terlahir dengan sifat serakah? Karena ku rasa
sekarang cita-cita yang sedang ku jalani sama sekali tak menghasilkan rupiah,
ah! Kenapa dulu aku tidak bercita-cita jadi pejabat yang dapat membabat rupiah
dengan gampang atau pengusaha agar dapat mengkapilatiskan ladang rupiah, ah!
Aku salah pilih cita-cita.
Cita-citaku hanyalah ingin menjadi seorang seniman agar selalu bisa
menyalurkan egonya. Namun sekarang cita-cita itu tidak bisa banyak menghasilkan
rupiah, ah! Kenapa aku tidak memiliki sifat serakah? Kenapa sejak kecil aku
tidak diajarkan tentang sifat tamak dan serakah agar hidup bisa lebih wah, ah!
Andai saja aku punya sifat serakah pasti saat ini aku sudah menjadi senima
serakah yang mewah.
Aku salah memilih cita-cita, cita-citaku salah karena tidak bisa
memperkaya kehidupan yang aku hidupi, ah! Bisakah aku memulai untuk bersifat
serakah? Agar tetap bisa mulut ini mengunyah sesuatu bukan hanya sekedar angin
lapar. Aku salah memilih cita-cita!
No comments: