Header Ads

Antrean Baca
recent

Busship

Aula Bee

Hari ini macet gila gegara banjir menggenang, ah! Mengapa kemarin harus hujan! Padahal hujan cuma sebentar dan tidak begitu deras. Orang bodoh pun akan tau kalau penyebabnya adalah got-got yang kewalahan menampung air hujan yang berjubel. Gila aja! Masa jalan utama gotnya Cuma 30 cm, emang dasar pemerintah ini terbilang pelit untuk membuat got-got yang besar, apa mereka takut kalau memperbesar dan memperbagus got yang ada akan dianggap mengenakkan tikus-tikus yang biasa menempati gorong-gorong got. Ah sial! Padahal hari ini ada acara asik di kampus.
Di hari yang macet biasa saja dari kosan hingga kampus butuh waktu kurang lebih 45 menit, dan sekarang ditambah banjir yang menggenang memakan waktu hingga satu setengah jam, gila!
“woi bro! akhirnya nyampe juga!”.
“macet! Banjir! Gila!”.
“palingan bakal ditunda acara kita bro”.
Tak lama kemudian sebuah bus amfibi datang nyelonong di depan gerbang kampus. Bus amfibi? Keren juga bisa menyewa bus amfibi, biasanya paling bus biasa, tapi kenapa datangnnya juga telat?! Ah iya, meskipun bisa mengambang itu buskan tidak bisa mengambang di atas kendaraan lain.
“oke! Karena busnya sudah datang jadi mari kita langsung berangkat saja!”.
Akhirnya perjalan melancong berkedok study tour ini berangkat juga, dan tujuannya adalah … aku lupa! Mungkin ke pantai, iya ke pantai yang namanya susah untuk ku ingat. Tapi yang pasti pantai itu ada di kota tetangga dan selama tiga hari dua malam akan berada di sana. Tapi kok ya masih stag di jalanan kota yang tergenang banjir ini sih! Padahalkan pakai bus amfibi, harusnya bisa salip sana salip sini. Coba banjirnya agak tinggian pasti bisa.
Hujan turun, lagi, dan deras. Orang-orang pada panik mengingat banjir sisa kemarin aja masih menggenang, ditambah hujan deras lagi. Perlahan ku rasakan bus yang aku tumpangi seperti naik, dan mobil yang ada di samping bus nampak mulai tenggelam. Woi woi! Beneran banjirnya mulai meninggi nih, mungkin dengan begini bus amfibi yang ku naiki bisa salip sana salip sini nih! Benar saja, bus amfibi yang ku naiki mulai ngebut, ini sopirnya, atau mungkin nahkodanya, atau apalah namanya seolah bisa membaca pikiranku. Bus melaju sanghat cepat, sangat cepat hingga membuat teman-temaku menjerit dan berteriak hingga mulai membuat ku ikut-ikutan merinding, ada apa ini? Bus yang aku tumpangi pun mulai melaju tanpa arah dan gaya, seolah bus kami adalah perahu kertas yang dihanyutkan di sungai arusnya menggila.
Kepalaku terbentur, kaki temanku tersuguh di wajahku dan tubuhku seperti dikocok di dalam tabung raksasa. Mual, pusing dan sakit mulai mendera, begitu ku buka mata suasana di dalam bus sudah sangat kacau, jendela bus hanya memperlihatkan tumpukan air keruh, bangku berada di atas dan yang ku pijak sekarang ini adalah atap bus, apa yang sudah terjadi? Dan kemana teman-temanku? Kemana sang sopir atau nahkodanya? Kenapa di dalam bus hanya ada aku? Sebenarnya apa yang terjadi. Perlahan aku merangkak ke arah kemudi bus, mencari pintu atau lubang darurat yang biasanya terletak di bawah kemudi. Dengan sedikit sundulan akhirnya terbuka juga, aku pun mulai merengsek naik ke atas, dan yang ku dapati di luar hanyalah hamparan air yang keruh. Aku seperti berada di tengah lautan keruh. Apa yang sebenarnya sudah terjadi?

fin

No comments:

Powered by Blogger.