Header Ads

Antrean Baca
recent

Negri Receh



Aula Bee

“kalau aku sudah kaya raya aku akan keluar dari negri ini dan membuat negara sendiri!”.
“hah!? Bikin negara sendiri? Kau pikir gampang, dasar bocah ingusan!”.
“yang pasti aku akan membuat negara yang jauh lebih baik dari negara ini! Dimana hukum akan berjalan sangat adil dan kesejahteraan rakya akan aku jamin! Karena aku kaya raya! Tidak perlu ada lagi orang miskin yang memulung hanya untuk sekedar makan!”.
“iya iya! Sekarang lebih baik kita segera bawa tumpukan kardus-kardu itu ke pengepul, lumayan udah ada lebih dari sepuluh kilo tuh!”.
“hah! Aku ini calon presiden! Ogah ah bawa-bawa kardus bekas gitu!”.
Plak!
“mimpimu ketinggian! Kalau tumpukan kardus itu gak kita jual hari ini kita gak bakal makan. Simpan dulu mimpi recehmu itu! Kakak mau mandi dulu”.
“ngapain pake mandi segala! cuma pergi pengepul aja!”.
“sapa tau entar ada juragan yang kecantol ama kecantikanku!”.
“heh! Mimpimu lebih receh kak!”.
Tiga puluh tahun kemudian, bocah ingusan itu pun sudah tumbuh menjadi lelaki matang yang menguasai hampir setengah pasar industri bioteknologi dibidang pangan. Bisa dikatakan hampir setengah pasokan makanan di dunia disuplai dari perusahaan raksasanya, dan perlahan ia pun mulai bisa mewujudkan mimpi di masa kecilnya. Dengan membeli sebuah tanah kosong di negara miskin tempat ia tinggal dulu, dengan harapan bisa mengubah nasib rakyat disana.
Semua kekayaan dan tekhnologinya ia borong ke tanah yang baru ia beli dengan mendatangkan arsitek kota terbaik di dunia, membangun negara kecil dimana mimpinya akan hidup di sana. Nama kakaknya ia jadikan sebagai nama negara dan namanya ia jadikan sebagai ibu kota meskipun negara yang baru saja ia dirikan hanyalah cukup untuk satu kota saja, namun itu sudah cukup.
Setelah negara impiannya selesai dibangun, ia pun meminta atau hanya memperbolehkan untuk orang-orang dari negara miskin tempat ia tinggal dulu bermigrasi ke negara barunya dengan jaminan semua biaya kehidupan akan ditanggung oleh dirinya dan tanpa pajak apapun, cukup dengan bekerja saja di perusahaannya tujuh jam sehari. Di dalam gedung istana negara ia menunggu.
Namun ternyata reaksinya tak seperti apa yang ia harapkan, tidak ada seorang pun yang mau bermigrasi ke negara barunya. Kenapa mereka tidak bermigrasi ke negara yang sangat ideal itu? Ia pun berpikir tentang apa yang salah dengan negaranya, hingga membuatnya teringat akan kata-kata kakaknya yang telah tiada soal tidak gampangnya membuat sebuah negara, namun ia tidak tidak sepenuhnya setuju akan hal itu, karena dengan uangnya yang melimpah infrastruktur apapun bisa ia bangun.
Di atas kursi singgasananya ia ngedumel soal keputusan tepatnya bermigrasi ke negara yang lebih maju saat kakaknya tiada di usianya yang ke 10 tahun. Beruntung ia pergi dari negara miskin yang sulit untuk diajak maju, bahkan bermimpi pun tak berani. Di depan mata sudah tersedia oasis yang bergitu menyegarkan namun tak mau menghampiri hanya karena malas untuk melangkah dan tetap bertahan di padang pasir yang gersang. Jika tidak pasti saat ini ia tetap akan miskin dan memulung, nampaknya ia memang harus memecut mental orang-orang itu untuk mau bermigrasi jadi orang yang lebih optimis.
“ah sial! Benar-benar tidak ada yang mau diberi hidup enak ya?”.
Negaranya pun menjadi negara terkecil di dunia, bukan hanya soal luas wilayahnya tapi juga penduduknya yang hanya ia seorang, tanpa anak dan istri yang masih tinggal di negara tempat ia meraih sukses. Napas panjang ia tarik dan menghempaskannya, mimpi recehnya yang diwujudkan dengan milyaran receh hanya menjadi sunyi tanpa ujung.


fin

1 comment:

  1. Casinos Near Me | MapyRO
    Casino Finder - 성남 출장마사지 Find Casinos Near Me 구미 출장안마 in Atlanta, AL 천안 출장마사지 with MapyR's complete list of land-based 경상북도 출장샵 casinos and places to 대구광역 출장샵 stay closest to them.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.