MENJAGA AKAR HARAPAN
Waktu yang terus berdetak menyeret
sisa-sisa otakku
Hingga terpatuk oleh gemeletuk jiwa
yang mulai menguap
Terpanggang oleh hilir mudiknya angin
dua sisi
Hingga diri hanya bisa mematungkan
jati diri dalam seutas ego
Aku kalut dan hanyut dalam buaian
otak dan hati
Mencoba mencari sisa-sisa pembenaran
yang mulai berkarat oleh waktu
Waktu mengutuk langkahku rasanya
Hingga hatiku senantiasa
dimati-redupkan seenaknya
Aku terpatuk aku terantuk alur
kenangan yang memenuhi malamku
Hingga hati utuhku perlahan terkikis
hingga tinggal sebongkah
Arah jalanku masih bersama
bayang-bayang masa lalu yang membuntuti
Yang terus melilitku dengan rasa
penuh kecewa yang mewah
Aku tertawa sendiri seperti gila
sendiri
Dengan hati baru yang ku pahat dari sebongkah
sisa hatiku
Aku mencoba menjaga sisa harapan yang
masih melekat di hati
Karena itulah alasan aku hidup
Untuk saat ini!

No comments: