Nikmat Alam
Selang
binar sang surya terbawa angin dingin di puncak asa
perlahan
tersadar aku dari hingar binar kemunafikan diri
akan
segala rasa yg tlah Kau berikan
sendiriku
dipuncak kekaguman akan karyaMu dikanvas dunia ini
tapi
ku rasa pecintamu mulai mencampakkan nikmat janji madumu
apa
yg akan Kau lukis?
dan
apa yg akan Kau ukir di batang kehidupan mereka yang singkat ini?
ku
tau, angin dingin ini takkan melelehkan tiap hati
yang
tengah tertidur lelap dalam belaian alam.
No comments: